Tuesday, June 18, 2019

Sedikit Rindu Banyak Cemasnya

Setengah harian saya memandangi sebuah wadah berwarna merah berbentuk hati,  yang tergeletak persis di meja samping televisi. Waktu seakan berhenti,  saya pun tidak bisa berfikir sama sekali. 

Saya meraih benda yang sejak tadi saya pandangi,  saya membukanya perlahan.  Sekarang,  saya bisa melihat isi di dalamnya. Saya menghela nafas panjang, kemudian menutupnya dan meletakannya kembali ketempat semula.

Saya membaringkan tubuh di tempat tidur, dengan tatapan yang masih tertuju pada benda di samping televisi itu. Saya tidak bisa menggambarkan apa yang saya rasakan. Karena diwaktu yang bersamaan, rasa takut, khawatir dan masalah besar akibat kekurang bijaksanaan saya mengambil keputusan, seolah janjian, menghampiri saya  secara bersamaan . Saya tidak benar-benar tahu, apa yang saya rasakan saat ini. 

Cukup lama saya terdiam,  dan mulai berfikir,  saya sudah melangkah dan mengambil keputusan sejauh ini. Hidup yang selalu saya inginkan,  berdiri atas keputusan saya sendiri,  tanpa perlu dengar kanan kiri. 

Tidak sedikit keputusan yang tidak bijak pernah saya ambil. Apa saya menyesal?,  rasanya tidak ada gunanya,  saya hanya perlu menghadapi konsekuensi dari segala keputusan yang pernah saya ambil.  Dan sekarang,  (lagi-lagi) saya telah mengambil keputusan besar dalam hidup saya.  Yang apapun resikonya,  semoga saya bisa menghadapinya dengan baik. 

No comments:

Post a Comment